Usaha peternakan kambing dan domba, kini tidak hanya fokus pada hasil produk hewan, tapi sudah lebih maju lagi dengan konsep integrasi atau terpadu. Peternakan yang dibangun diintegrasikan dengan pertanian organik sehingga limbah peternakan bisa bermanfaat tanpa ada yang terbuang. Begitu pula sebaliknya, limbah pertanian akan kembali dimanfaatkan sebagai pakan kambing dan domba.

Konsep ini memiliki kelebihan dan keuntungan bagi peternak, selain bisa memanfaatkan limbah, juga lebih hemat biaya serta mengurangi ketergantungan kepada pasar terhadap pupuk. Peternak bisa mendapatkan keuntungan berlipat dari tiga segmen sekaligus. Keuntungannya, bisa mencapai 46 juta lebih dalam satu periode (3 bulan) dari total biaya 72 juta rupiah.

Jika Anda bertanya, kenapa harus kambing dan domba, bukan hewan ternak lainnya? Kambing dan domba memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan ternak lain. Selain kualitas dagingnya yang berkhasiat, juga memiliki keempukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging ternak lainnya. Bahkan, susunya memiliki kandungan gizi tinggi dan dipercaya dapat mengobati berbagai jenis penyakit.

Dilihat dari teknik usaha dan pemeliharaannya pun, kambing dan domba relatif lebih mudah dipelihara dan dikembangkan. Ternak ini tidak membutuhkan pakan yang relatif mahal dan mudah beradaptasi dengan lingkungan tropis Indonesia. Bahkan, kambing dapat mengonsumsi bahan pakan dengan kualitas yang rendah. Limbah-limbah pertanian dan limbah industri dapat menjadi sumber pakan bagi ternak ini dengan tetap menghasilkan produksi daging yang tinggi.

Kambing dan domba memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai hewan ternak. Peternakan kambing dan domba dalam usaha kecil dan besar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Bahkan, peternak kecil di pedesaan menjadikan ternak domba atau kambing sebagai tabungan hidup yang dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak atau acara-acara besar. Sementara bagi peternak besar, usaha ini dapat ditujukan untuk komersial dan bisa dikembangkan lebih besar lagi.

Kambing dan domba memiliki daya reproduksi yang tinggi hingga mampu beranak sepanjang tahun dan menghasilkan anak kembar 2—5 anak sekali lahir. Pemeliharaannya dapat diaplikasikan di lahan sempit karena memiliki tubuh yang relatif kecil dan bisa dimulai dengan modal kecil. Karena itu, nilai keunggulan domba dan kambing menjadikannya sebagai objek yang menarik bagi masyarakat untuk beternak dua jenis hewan ini.

Bagaimana dengan prospek bisnis usaha peternakan kambing dan domba ini? Prospeknya sangat terbuka lebar. Pasalnya, permintaan pasar dari tahun ke tahun terus meningkat, terutama untuk kebutuhan akikah dan hari-hari besar, seperti Idul Adha dan Idul Fitri. Karenanya, sangat beralasan jika Anda bisa memulai usaha peternakan kambing dan domba ini, terlebih jika diintegrasikan dengan pertanian.


Beternak Domba dan kambingNah, buku Beternak Domba & Kambing terbitan AgroMedia Pustaka ini sengaja disusun untuk membantu Anda demi kelancaran dan kesuksesan usaha membangun peternakan kambing dan domba dengan konsep terpadu. Buku ini merupakan panduan yang tepat bagi Anda yang ingin memadukan usaha peternakan dengan usaha pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik dan usaha penanaman sayuran berbasis organik.

Buku ini disusun oleh Budi S. Setiawan dan MT Farm yang melengkapi berbagai informasi, teknik, dan aplikasi peternakan terpadu. Mulai dari aspek keuntungan menjalankan usaha peternakan terpadu, aspek usaha peternakan terpadu sebagai bisnis utama, pengenalan berbagai jenis kambing dan domba, memilih lokasi, membangun kandang, pemilihan dan pengaturan pakan, pembibitan, penggemukan, pemeliharaan, pengendalian penyakit, potensi dan pengolahan limbah, hingga aplikasi penanaman berbagai jenis sayuran sampai panen.

Tidak hanya itu, penulis juga melengkapinya dengan simulasi biaya atau analisis usaha membangun usaha peternakan kambing dan domba plus pertanian. Analisis ini akan membekali Anda dalam mengukur biaya sesuai kemampuan dan prediksi keuntungannya.

beliditokopediabelidibukalapak


Dikutip dari agromedia.net